Kamis, 27 Desember 2012

WisKul #1

Yay! akhirnya kemarin aku sama Tika kesampaian juga ke Kedai Ciz' Keik.
Kedai Ciz' Keik ada di Jalan Babarsari Komplek Ruko BBC Plaza No. 23, Yogyakarta.
Disana nyediain macem-macem. Dari namanya aja Ciz' Keik, disana pasti ada bermacam-macam menu cheescake, selain itu ada pancake, pasta.


Tempatnya enak, bisa sejam lebih aku sama Tika disana. Hehe
Waktu masuk, kita langsung duduk dan dikasih menu sama masnya. Aku pesen Chocolate Cheescake sama Ice Tea. Tika pesen Chocolate Soup sama Tea. Selama nunggu pesenan ternyata kita dikasih cemilan, Potato Keju. Beberapa menit kemudian, pesenan kita dateng. Lumayan lho, kita nggak perlu nunggu lama.

chocolate cheesecake


chocolate soup
chocolate cheescake yang kumakan, bentuknya kayak gambar yang kedua. rasanya enak bangat, kerasa banget kejunya. chocolate soup nya juga enak.
Selain itu, tea yang dipesen Tika ternyata nggak cuma dikasih tea juga. dikasih biskuit juga.

"Berarti kalo' kita kesini cuma pesen minum aja lumayan udah dapet potato sama biskuit. nggak usah makan lumayan ganjel perut" fiirku sama Tika kemarin, mwihi.

Oiya, pricenya:
Tea/Ice Tea: 4rb
Chocolate Soup: 8rb
Chocolate Cheescake: 13rb
Seharusnya totalnya kita 29rb. tapi ternyata kita kena diskon 30% karena opening kedai Ciz' Keik baru yang ada disebelah kedai Ciz' Keik yang kita datengin. Jadi cuma bayar 21rb, lumayan :3

Nah, selain Ciz' Keik kita bakalan wisata kuliner kemana lagi ya? 

Jumat, 21 Desember 2012

Ayu's birthday

Haai!
maafkan daku karena telat nge-post ulang tahunmu Ayoek :B
Ayu ulang tahun kemarin tanggal 8 Desember teman-teman, Gita baru bisa posting karena baru dapet filenya, mwehe 

Jadi, untuk ulang tahun Ayoek ini, Gita dan kawan-kawan membuat kado *ceritanya* tempat pensil, nih

kado sebelum dipasang foto

tapi karena bentuknya besar sekali, mungkin bisa buat wadah sampo, odol, sabun, handuk. muat lho. jadi itu barangnya bisa buat isi macem-macem..

nah, karena aku nggak ada file saat ngasih surprise. jadi surprise nya aku ceritain aja ya. tapi nanti, aku mau share foto-foto behind the scene pembuatan kado tersebut. check this out!

foto pertama yang dipasang

foto kedua yang dipasang

nisa sedang bribik asep

panitia kebersihan

panitia penyelenggara

jagoan kita dengan pistol hebatnya

mau tau itu siapa? mau tau aja ato banget?
foto yang pantat itu nanti diedit, di kertasnya di tulis H B D A Y U. Idenya sama kayak waktu kadonya Moses :p

Nah, surprisenya kita kasih pas pulang sekolah. sebelumnya semua sudah terencana dengan baik teman-teman, tapi ada kesalahan teknis, kadonya jebol .__. jadinya pulang sekolah Tika sama Nadia pura-pura pulang duluan padahal mereka mau benerin kado sama beli kue. sayangnya Nisa pulang duluan karena mau dijemput kakaknya di culik ke Bantul. Nah, aku, Tannya sama Asep bertugas buat nahan Ayu biar nggak pulang dulu. Segala cara kita lakukan teman-teman, sampai keringat bercucuran, sampai urat nadi kita putus, sampai tulang kita banting-banting (?) *mahngopo git

Ya intinya kita cari banyak cara biar Ayu mau nunggu di sekolah sama kita, dari mulai Asep yang pinjem majalah Ayu dan sengaja dibaca lama-lama. Aku sama Tannya yang bertingkah gila, aneh, biar dia nggak ngrasa bosen dan nggak garing karena disuruh nunggu lama. Eh, sama dia kita berdua malah dilecehkan dengan gelar "duo yeyek", kejam sekali *nangis dipojokan* *mahngopo meneh git

Akhirnya, beberapa menit setelah itu. Tika dan Nadia datang dengan cangkul dan sapinya *eh bukan* kue dan kadonya. lalu ngasih surprise ke Ayu. Ayu juga surprise, tapi kayaknya dia udah ngrasa *emot lirik ke Ayu* 
Nggak papa, yang penting semuanya sukses, semua masalah bisa terselesaikan, Ayu senang, kita senang, pak satpam pun senang (?)

Ulang tahun Ayoek ini, bisa dibilang yang 'terakhir' karena ulang tahun habis ini ulang tahun Tika, dan itu bulan April. Mungkin saat itu kita sedang sibuk-sibuknya dengan ujian. tapi, semoga saja kita bisa ngrayain ulang tahun Tika dan yang lain seheboh ulang tahun sebelumnya. Amin :D

Last but not least. HBD AYOEK! <3 [{}]

Sabtu, 15 Desember 2012

Anya's half true story #end

cerita sebelumnya: Anya's half true story #4

"Tadaa! Kenalin ini Bita!" teriak Aby. Di sebelahnya berdiri anak perempuan berambut panjang, saat dia tersenyum terlihat dia mempunyai gingsul. Manis sekali.

"Dia sekolah disini? Kelas berapa?" aku baru tau kalau Aby mempunyai adik perempuan.

"Makanya gaul! Jangan cuma didalem kelas mulu'! Ini adek kelas kita kelas 10. Padahal dia alumni SMP mu juga lho Anya."

"Benarkah? Hehe. Aku Anya, senang bertemu denganmu. Kenapa baru sekarang kamu ngenalin dia ke aku?"

"Lha? Bukannya harusnya kamu yang lebih dulu ngenalin dia ke aku? Dia kan adek kelasmu."

"Lho? Dia adekmu kan?"

"Adek? Haha. Bukan, dia pacar baruku Anya." ucap Aby. Lalu dia merangkul Bita sambil tersenyum kepadanya. Bita pun melakukan hal yang sama.

Pacar baru? Pantas. Saja. Dia. Tadi. Hanya. Bilang. Terima. Kasih. Ternyata. Dia. Sudah. Punya. P.A.C.A.R. Aby-Bita. Haha, dari namanya saja sudah cocok begitu. Sudahlah Anya. Biasa sajalah. Memangnya baru sekali kamu jatuh dan luka kayak gini? Kayaknya udah sering juga kan. Jadi sekarang harusnya udah kebal dong. Udah Anya. Tegar ya tegar! Kamu kan tau dia memang orangnya mudah jatuh cinta. Ya memang sih dia udah pernah suka sama kamu. tapi kan itu dulu Anya. DULU. Sekarang kan dia udah nggak suka lagi sama kamu. Nyatanya udah ada yang baru lagi gitu kok. Kenapa? Nyesel? Mau nyalahin siapa? Kalian berdua yang salah. Salah sendiri dari dulu nggak ada yang mau ngomong duluan. Sekarang nyesel kan?

"Anya!" Aby mengguncang-guncang tubuhku. "Kok sekarang jadi sering nglamun sih?"

"Ehehe, nggak papa. Mm.. Selamat ya buat kalian berdua, semoga langgeng." Aku tersenyum kepada keduanya. Palsu. Yaiyalah. "Aku duluan ya, Gita udah selesai kan makannya?" Aku menengok ke Gita yang daritadi diam saja.

"Iya, ayo kita ke kelas. Aby, Bita, kita duluan ya." Gita langsung mendorongku keluar dari kantin. Sesampainya dikelas dia langsung memelukku. Aku tak bisa menahannya. Lalu aku menangis di pelukan Gita.

"A..kku ny..e..s..el gg..it kk..en..apa ngg..akk dda..rri ddu..lu aa..kku bbi..laang ssaa..kit ggit.. ssaaakkiiit" Aku bicara tidak karuan karena sedang menangis.

"Sudah, menangis dulu. Bicaranya nanti saja." Gita menenangkanku.

Setelah beberapa menit aku menangis di pelukan Gita. Akhirnya aku berhenti, mataku merah, aku sesak napas. Namun, aku sudah bisa berbicara dengan lancar.

"Aku nyesel banget git."

"Iya, aku tau kamu nyesel. Tapi, itu udah berlalu Anya. Udah saatnya kamu untuk move on. Memperjuangkan dia yang sekarang udah punya pacar itu sia-sia. Iya, kalo' dia pacarannya bentar. Kalo' setahun? Dua tahun? Atau lebih? Kamu masih mau nunggu dan nggak move on? Sia-sia Anya. Kamu harus move on. Move on nggak harus ke cowok lain kok. Kamu bisa move on ke apapun. Inget kita sekarang udah kelas 3. Kamu nggak mau kan, nilaimu turun cuma gara-gara masalah cinta ini? Kamu harusnya sekarang buktiin sama orang yang udah nyakitin kamu itu, kalo' kamu itu orang yang salah buat ditinggalin. Kamu harus buat orang yang ninggalin kamu, nyesel udah nyia-nyiain kamu."

Aku diam. Bener apa yang dikatakan Gita. Aku nggak boleh terus-terusan larut dalam penyesalan dan kesedihan ini. "Aku memang terluka, tapi luka itu kan bisa diobati. Kalau sudah diobati kan nanti luka itu sedikit demi sedikit akan sembuh. Walaupun akan membekas tapi dari bekas itu kita akan belajar bahwa kita nggak akan ngelakuin hal yang sama yang membuat luka itu kembali muncul." (Ardelia)
Udah saatnya buat bangkit Anya. Obati lukamu, jalani harimu. Masa lalu, jadikan sebagai pengalaman. Jangan lagi ditangisi. Yang dulu ya dulu, kamu hidup di masa kini. Bukan di masa lalu.

Aku tersenyum. "Makasih banyak Git."

"Sama-sama Anya, sudah siap untuk belajar move on?"

"Siap! Lalu, bagaimana denganmu?"

"Bagaimana kau ini, ini kan kisah kita berdua. Anya's half true story. Setengah ceritamu, dan ceritaku. Dan akhirnya. Peran yang bermain disini akan move on. Jadi, karena ini cerita kita berdua. Kita move on bersama-sama."

End.

Nb: Maaf dan terima kasih yang sudah membaca. Cerita ini adalah cerita setengah fiksi dan setengah nyata. Semoga memotivasi kalian. Kalian hidup dimasa kini, bukan dimasa lalu! ;)

-Anggita Fitriana-

Jumat, 14 Desember 2012

Anya's half true story #4

cerita sebelumnya: Anya's half true story #3

"Kita lanjutkan pembicaraan kita yang tadi Anya" ucap Aby.

"Maksudmu, kau mau kita berakting disini? Sekarang?"

"Siapa bilang kita akan berakting? Aku tau Anya, tadi kau tidak sedang berakting."

"Tidak. Aku tadi berakting kok!" yakinku sedikit gugup.

"Kau aneh ya. Tadi di kelas disuruh berakting tidak berakting. Sekarang sedang tidak di kelas kau berakting. Kalau kau tak mau mulai duluan ya aku saja yang mulai duluan." Aby tersenyum. Lalu tiba-tiba dia mendekat dan duduk di hadapanku.

"Dulu. Setahun yang lalu. Tak tahu kenapa setiap kali memikirkanmu aku merasa sangat bahagia. Setiap hari yang aku rasakan hanya aku ingin bertemu denganmu. Melihat senyummu, mendengar celotehanmu, merasakan kamu yang selalu dekat denganku. Aku tak tahu apa yang aku rasakan saat itu. Aku bingung. Tapi aku benar-benar menikmatinya. Sampai suatu saat ada pikiran yang melintas dikepalaku. Semua perhatianmu, tatapanmu, aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku merasa... bahwa kau menyukaiku. Namun, aku tidak marah ataupun sedih. Aku bahagia. Dan sejak saat itu, aku mengetahui sesuatu bahwa, aku juga menyukaimu. Aku merasa cemburu setiap kali kau didekati oleh orang lain. Aku merasa cemburu saat ada orang lain yang membuatmu tertawa. Aku merasa cemburu setiap ada yang bersentuhan denganmu. Walaupun itu tidak sengaja." Aby berhenti sebentar, lalu melanjutkan lagi.

"Mungkin aku yang terlalu egois atau aku yang terlalu terobsesi kepadamu. Mungkin juga, itu hasratku untuk memilikimu. Akhirnya kuputuskan untuk memberanikan diri mengungkapkan perasaanku kepadamu. Namun, saat aku sudah membukatkan tekad dan memberanikan diri. Kau datang dan berkata bahwa kau menyukai Ary. Memang kau bilang hanya kagum. Namun, aku merasa sudah tidak ada peluang lagi. Ary jika dibandingkan denganku sangat berbeda. Aku tak sepintar dia. Aku minder. Selain itu, aku juga tak mau membuat persahabatan kita hancur. Kalau pun kau menerimaku. Lalu suatu saat kita putus, aku takut kita tak akan seperti dulu lagi. Untuk itu aku merelakanmu, dan membiarkan kamu mendekati Ary."

Aku tercengang. Selama ini ternyata dia pernah mempunyai perasaan yang sama denganku. Tapi aku juga kecewa. Alasannya untuk tidak mengatakan perasaannya dulu yang membuatku kecewa. Mungkin memang harusnya daridulu kita tak usah bersahabat. Jadi aku dapat dengan mudah mendapatkanmu. Tanpa ada alasan friendzone.

"Sekarang kau mau jujur? Setelah aku sudah mengatakan semuanya?" tanya Aby.

"Apa lagi yang harus kukatakan? Aku memang sudah mengatakan semuanya saat drama tadi."

"Lalu sekarang? Apakah perasaan itu masih tetap ada? Atau kau justru masih mengejar Ary?"

"Dari awal sudah kukatakan kepadamu, aku tak pernah menyukai Ary. Aku hanya kagum saja. Perasaanku selama ini hanya untukmu. Tak pernah berubah hingga saat ini."

"Benarkah?" tanyanya. Dia tersenyum, lebar sekali. Dia terlihat sangat bahagia. Apakah ini artinya, dia juga masih mempunyai perasaan itu? "Terima kasih." lanjutnnya.

Hanya terima kasih? Oh iya, friendzone. Sudahlah Anya. Tak usah berharap lebih. Dia kan sudah menjelaskan alasannya tadi.

"Oiya, aku ingin mengenalkan seseorang. Kau pasti akan menyukainya." kata Aby.

Siapa?

cerita selanjutnya:#end Anya's half true story #end

Senin, 10 Desember 2012

Anya's half true story #3

cerita sebelumnya: Anya's half true story #2

Hai. Masih ingat ceritaku? Sampai mana? Ary? Ary atau Aby? Oh. Ary. Baiklah.

Ary teman satu kelasku dan Aby. Dulu aku sempat kagum dengannya. Dia anak yang pintar. Menyenangkan. Tapi hanya sebatas suka. Nggak bisa melebihi seperti rasaku pada Aby. Saat aku menceritakannya pada Aby. Bahwa aku menyukai Ary. Dia mengatakan "Benarkah? Kalau begitu majulah! Dapatkan dia." Haha. Benar-benar bodoh kalau sampai aku mengharapkan dia akan mencegahku menyukai orang lain dengan alasan dia tak mau kehilanganku. Mana mungkin. Lagipula saat itu kan dia juga sudah punya pacar. Jangan mimpi kau Anya.

Sejak saat itu aku tak bermaksud untuk lebih jauh mendekati Ary. Toh aku hanya sebatas kagum saja. Tapi, Aby terus saja mendekatkan aku dengan Ary. Lama-lama aku merasa jengkel dengannya. Akhinya aku sok-sokan saja mendekati Ary, biar dia puas sekalian. Berminggu-minggu aku tak bicara dengannya lagi. Aku sengaja menyibukkan diriku dengan Ary. Namun, belum lama setelah itu ada kejadian yang mengubah kedekatanku dengan Ary. Siapa lagi kalau bukan akibat si biang kerok itu. Aby. Sudah pasti.

Saat aku dan Ary sedang berjalan ke masjid untuk sholat. Tiba-tiba Aby datang dari belakang dan mendekati kami. Lalu ia berkata, "Anya, bagaimana perkembangan kalian? Sudah 1 bulan lebih dekat belum kau katakan juga perasaanmu padanya?" Setelah itu, dengan seenaknya dia pergi meninggalkan kita berdua. Bagus sekali.

"Maaf Anya. Aku tidak bisa." Tiba-tiba Ary bicara seperti itu kepadaku. Lalu meninggalkanku begitu saja. Drama sekali.

Menurut kalian apa yang kurasakan saat itu? Sedih. Tidak sama sekali. Belum tepatnya. Kenapa belum? Karena setelah itu, Ary langsung menjauhiku. Mungkin malah dia menganggapku musuh. Sikapnya berubah. Saat itu aku merasakan rasanya. Sedih sekali. Bukan karena aku ditolak. Tapi karena aku kehilangan satu temanku. Aby? Aby tetap saja tak mau bicara lagi denganku. Tak tau apa dia sudah membuatku dan Ary menjauh. Dia malah masih mengira aku masih keukeuh mengejar Ary walaupun aku sudah ditolak. Sudah dibilang cuma kagum. Ya terserah jidatnya sajalah. 

Setengah tahun lebih aku tak berbicara lagi dengan keduanya. Sekarang aku lebih sering bersama Gita. Sebenarnya dia sudah sekelas dengan aku dan Aby tiga tahun ini. Tapi nggak terlalu dekat. Hihi

Ya hingga tadi ini. Memang aku masih menyukai Aby hingga sekarang. Memang aku sengaja seperti menunjukkan itu secara 'frontal'. Toh, sebentar lagi kita lulus dan mungkin saja nggak ketemu lagi kan. Memang disengaja. Tapi, tetep kaget. Secepat ini dia tahu perasaanku.

"Anya!" bentak Gita. "Iya sih, aku tadi minta temenin makan di kantin. Tapi ya bukan berarti kamu diem terus daritadi. Mikirin apa sih? Sumpah ya, berasa bawa patung berjalan. Dikacangin doang." cerocosnya panjang lebar.

"Maaf, hehe. Tadi lagi mikirin......." kalimatku terputus.

"Sok drama kan, nggantung gitu ngomongnya."

"A..by" lanjutku. Benar, memang aku tadi memikirkannya. Kalian tau. Tapi, kalimatku tadi bukan untuk menjawab pertanyaan Gita. Tapi. Aby. Datang. Menghampiriku. Maksudku. Kita. Dan. Dia. Tersenyum. Kepadaku.

Meleleh. Lebay ya? Habis, lamaa sekali aku tak melihat senyum itu lagi. Tatapan itu lagi. Dan dia makin dekat. Deg. Deg. Deg.

"Bisa kita lanjutin drama kita yang tadi?" kata Aby saat dia sudah sampai dihadapanku.

"Ha?" Maksudnya? 

To be continued.....

-Anya-


cerita selanjutnya:#4 Anya's half true story #4

Sabtu, 01 Desember 2012

Curhat

Hai. Selamat sabtu malam atau malam minggu.
Malam ini, aku ngrasa ada yang aneh. Ngerasa ada yang belum lengkap. Ngerasa ada yang hilang,
Nggak tau itu apa. Mungkin, karena dia. Ya, mungkin dia ya yang hilang.
Bener ya apa yang orang bilang. Penyesalan itu selalu datang terakhir. 
Orang juga bilang karma itu selalu ada. Bener.
Penyesalan. Karma.
Dua-duanya lagi aku rasain saat ini. Bukan cuma malem ini sih, udah sejak lama.
Nyesel. Karena aku telat. Aku terlalu cuek. Aku nggak bisa ngambil keputusan dengan baik.
Udah jelas dulu ada yang membuka celah. Aku malah masih sibuk ngetuk-ngetuk pintu yang nggak pernah kebuka.
Disaat tanganku udah sakit karena terlalu lama ngetuk pintu itu dan mau masuk kepintu yang satunya.
Ternyata pintu itu udah ketutup juga. 
Aku terjebak. Ditemani si penyesalan. Ditertawakan pula oleh karma.
Ngenes. Ha

Iya. Aku tau nyesel terus juga nggak bakal maju kan?
Aku juga udah berusaha buat maju lagi kok. Cuma kali ini pelan-pelan aja. Dianya aja masih maju mundur *eh kata siapa git, pede amat.
Yaudah git. Jangan lama galaunya. Besok masih ujian. Semangat yuk! Yang terpenting itu buat orang disekitarmu bangga dulu! Chibi Chibi Hap Hap Hap (^,^)9 (?)