cerita sebelumnya: Anya's half true story
"Cukup! Anya Aby, silahkan duduk." Bu Alfi menghentikan percakapanku dan Aby. kami berdua duduk. Pelajaran pun dilanjutkan, namun fikiranku masih teringat pada kalimat Aby "setahun yang lalu aku menyukaimu namun aku ragu karena kau sedang dibutakan. Ya! Kau yang dibutakan, bukan aku. Dulu kau dibutakan, oleh Ary!".
"Cukup! Anya Aby, silahkan duduk." Bu Alfi menghentikan percakapanku dan Aby. kami berdua duduk. Pelajaran pun dilanjutkan, namun fikiranku masih teringat pada kalimat Aby "setahun yang lalu aku menyukaimu namun aku ragu karena kau sedang dibutakan. Ya! Kau yang dibutakan, bukan aku. Dulu kau dibutakan, oleh Ary!".
Sudahlah Anya, tadikan hanya akting.....
Saat jam istirahat............
"Ada yang ingin kau ceritakan?" Gita, teman sebanguku yang juga teman curhatku bertanya. Sepertinya dia mengerti perubahan sikapku setelah drama dadakan tadi.
"Berharap tadi dia tidak sedang ber-akting?" lanjutnya. Aku mengangguk.
"Kufikir memang dia tadi tidak sedang ber-akting. Kalian seperti membicarakan masalah yang benar-benar nyata. Dan aku tau, apa yang kau utarakan tadi sesuai dengan apa yang kau rasakan sesungguhnya." Dia memang teman yang paling pengertian.
"Apakah kau berfikir dia tadi tidak sedang ber-akting?" tanyaku.
"Aku tak tau dianya yang pintar berakting atau bagaimana. Menurut yang aku lihat sih, aktingnya natural sekali. Seperti kamu, tampaknya dia juga sedang mengutarakan apa yang ingin dia utarakan padamu."
"Aku pun berharap begitu..."
"Sudaah jangan murung begitu terus. Ayo kita ke kantin, lapar sekali" ajaknya. Akupun tersenyum dan mengikutinya pergi ke kantin.
Menurut kalian, apakah dia tadi sedang ber-akting? Ah, kalian pasti tidak dapat menyimpulkan. Kalian kan hanya membaca ceritaku saja, bagaimana aku ini. haha. Kalian mau tau bagaimana cerita sebelumnya? Baiklah.......
Sudah hampir tiga tahun ini kita bersahabatan. Hanya aku dan Aby. Tidak ada orang lain, hanya kita berdua. Bersahabat. Sampai-sampai teman-teman mengira sebenarnya kami adalah sepasang kekasih. Setiap ada yang mengatakan seperti itu, maka kita dengan tegas menyanggah. Padahal dalam hatiku aku memang ingin menjadi lebih dari sekedar sahabat. Aby sendiri menurutku tidak merasa sama sepertiku, sepertinya dia memang tidak pernah menyukaiku lebih dari seorang sahabat. Karena selama dia bersahabat denganku, sering sekali dia bergonta-ganti pacar. Yah, minimal setengah tahun bisa dua pacar dia punya. Itu yang membuatku benar-benar merasa dia memang tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan. Sedangkan aku? Selama aku bersahabat dengannya aku tidak pernah mempunyai pacar. Setiap kali dia mendapat pacar baru, dan menggandeng tangannya di depanku. Aku hanya bisa memasang senyum palsu.
Bagaimana dengan Ary? Siapa dia?
Maaf. Aku sedang tidak mood menceritakannya. Akan aku ceritakan saat moodku sedang baik ya.
Maaf aku ceritanya nggantung, hehe. Aku benar-benar tidak mood hari ini.
To be continued.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar