Selasa, 27 November 2012

Anya's half true story


"Anya maju sini sebentar, Aby juga maju", bu Alfi, guru Bahasa Indonesiaku memanggilku dan Aby untuk maju kedepan. 

"Hari ini kita akan masuk ke KD baru, yaitu drama. Nah, Anya dan Aby kali ini ibu minta untuk berakting tanpa naskah. Untuk memudahkan kalian berimprovisasi ibu akan memberikan satu tema yang sesuai dengan remaja seperti kalian. yaitu, "perasaan" jelas bu Sri panjang lebar.

Aku cemas, karena aku suka tidak pede saat berdiri di depan orang banyak. Aku melihat Aby, kufikir dia juga akan sama cemasnya sepertiku. Namun, ternyata dia malah sudah membuka mulut dan mengeluarkan kalimat pertamanya.

"Apa benar bahwa kau menyukaiku?"

DEG! kalimat pertama Aby mengagetkanku. Apa maksudnya ini? Aku memandang semua teman-temanku, mereka menunggu responku. Aku semakin cemas. Tenang Anya, ini hanya drama. Tak akan merubah apapun kalau kau mengatakan sesuatu. Aku menenangkan diriku sendiri. 

"Apakah semua perhatianku padamu, setiap saat kita saling bertatapan lama. Setiap kamu memergokiku tersenyum kepadamu saat kamu tengah tertawa kurang untuk membuatmu mengerti atas apa yang kurasakan selama ini?"

Aku sedikit demi sedikit dapat mengendalikan diriku yang gemetar karena grogi.

"Mengapa baru sekarang?" ucap Aby seraya berjalan mendekatiku. 

"Kau memang sudah dibutakan ya? Haha” tawaku meremehkannya. Maaf Aby, ini hanya acting kan? Hehe.

“Dibutakan? Maksudmu? Kau tahu, setahun yang lalu aku menyukaimu namun aku ragu karena kau sedang dibutakan. Ya! Kau yang dibutakan, bukan aku. Dulu kau dibutakan, oleh Ary!”
Mataku terbelalak. Apa-apaan ini. Mengapa sampai menyangkutkan Ary? Memang hampir seluruh temanku tau, dulu aku ‘tergila-gila’ pada Ary. Dibutakan oleh Ary yang tak pernah menganggapku ada. Aku melihat Aby, apakah kau benar-benar berakting, By? Aku kembali cemas. Aku melihat Bu Alfi, namun Bu Alfi tidak juga memberikan isyarat bahwa semua ini akan diakhiri. Baiklah, aku hanya perlu mengikuti alur yang Aby buat.

“Kau juga perlu tahu! Saat aku tau bahwa kau mendekatiku, aku mencoba untuk membuka mataku. Aku mencoba untuk berbalik kearahmu yang awalnya ada dibelakangku. Aku mencoba untuk meninggalkan dia yang membutakanku namun tak pernah menggapaiku. Kau tahu? Aku menyukaimu yang setiap saat melantunkan lagu. Aku sudah mencoba untuk berbalik agar aku dapat mendengarkan lebih jelas lagu yang kau lantunkan. Lagu itu, Your Call. Aku berbalik sembari mendengar lagu itu, I was born…. Namun, saat aku sudah berbalik aku melihatmu berjalan mundur. Masih melantunkan lagu itu, kamu semakin jauh kebelakang. Kata yang kudengar sebelum kau pergi semakin jauh dan menghilang adalah to tell you…. Dan lagu itu belum kamu selesaikan. Aku hafal lagu itu, karena kau sering melantunkannya. Dan kalimat yang seharusnya melanjutkan lagu yang belum selesai itu adalah I love you…..”

To be continued..
Special for you, Aby. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar