"Anya maju sini sebentar, Aby juga
maju", bu Alfi, guru Bahasa Indonesiaku memanggilku dan Aby untuk maju
kedepan.
"Hari ini kita akan masuk ke KD baru, yaitu
drama. Nah, Anya dan Aby kali ini ibu minta untuk berakting tanpa naskah. Untuk
memudahkan kalian berimprovisasi ibu akan memberikan satu tema yang sesuai
dengan remaja seperti kalian. yaitu, "perasaan" jelas bu Sri panjang lebar.
Aku cemas, karena aku suka tidak pede saat
berdiri di depan orang banyak. Aku melihat Aby, kufikir dia juga akan sama
cemasnya sepertiku. Namun, ternyata dia malah sudah membuka mulut dan
mengeluarkan kalimat pertamanya.
"Apa benar bahwa kau menyukaiku?"
DEG! kalimat pertama Aby mengagetkanku.
Apa maksudnya ini? Aku memandang semua teman-temanku, mereka menunggu responku.
Aku semakin cemas. Tenang Anya, ini hanya drama. Tak akan merubah apapun
kalau kau mengatakan sesuatu. Aku menenangkan diriku sendiri.
"Apakah semua perhatianku padamu, setiap
saat kita saling bertatapan lama. Setiap kamu memergokiku tersenyum kepadamu
saat kamu tengah tertawa kurang untuk membuatmu mengerti atas apa yang
kurasakan selama ini?"
Aku sedikit demi sedikit dapat mengendalikan diriku
yang gemetar karena grogi.
"Mengapa baru sekarang?" ucap Aby
seraya berjalan mendekatiku.
"Kau memang sudah dibutakan ya? Haha” tawaku
meremehkannya. Maaf Aby, ini hanya acting
kan? Hehe.
“Dibutakan? Maksudmu? Kau tahu, setahun yang lalu
aku menyukaimu namun aku ragu karena kau sedang dibutakan. Ya! Kau yang
dibutakan, bukan aku. Dulu kau dibutakan, oleh Ary!”
Mataku terbelalak. Apa-apaan ini. Mengapa sampai
menyangkutkan Ary? Memang hampir seluruh temanku tau, dulu aku ‘tergila-gila’
pada Ary. Dibutakan oleh Ary yang tak pernah menganggapku ada. Aku melihat Aby,
apakah kau benar-benar berakting, By?
Aku kembali cemas. Aku melihat Bu Alfi, namun Bu Alfi tidak juga memberikan
isyarat bahwa semua ini akan diakhiri. Baiklah, aku hanya perlu mengikuti alur
yang Aby buat.
“Kau juga perlu tahu! Saat aku tau bahwa kau
mendekatiku, aku mencoba untuk membuka mataku. Aku mencoba untuk berbalik
kearahmu yang awalnya ada dibelakangku. Aku mencoba untuk meninggalkan dia yang
membutakanku namun tak pernah menggapaiku. Kau tahu? Aku menyukaimu yang setiap
saat melantunkan lagu. Aku sudah mencoba untuk berbalik agar aku dapat
mendengarkan lebih jelas lagu yang kau lantunkan. Lagu itu, Your Call. Aku
berbalik sembari mendengar lagu itu, I
was born…. Namun, saat aku sudah berbalik aku melihatmu berjalan mundur. Masih
melantunkan lagu itu, kamu semakin
jauh kebelakang. Kata yang kudengar sebelum kau pergi semakin jauh dan
menghilang adalah to tell you…. Dan
lagu itu belum kamu selesaikan. Aku hafal lagu itu, karena kau sering
melantunkannya. Dan kalimat yang seharusnya melanjutkan lagu yang belum selesai
itu adalah I love you…..”
Special for you, Aby.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar